Oleh
1. ISTIANATUL KHOIRIAH (K.011.015.007)
2. JEFRIANTO E (K.011.015.008)
3. SITI NUR FATHONAH (K.011.015.017)
4. YETTI RETNOWATI (K.011.015.020)
5. DYAH SOFIA (K.011.015.023)
PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
STIKES DUTA GAMA KLATEN
2016
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang dapat kami sampaikan
kecuali rasa syukur kehadirat Allah SWT hingga saat ini kami diberikan
kesempatan untuk dapat menulis sebuah makalah, hanya karena rahmat yang
diberikan-Nya kami dapat merangkai makalah ini hingga selesai. Apapun yang kami
sajikan semoga selalu bermanfaat bagi para pembacanya.
Pada makalah ini, kami dapat
sampaikan sebuah realita yang ada di kehidupan saat ini, yang mampu memberikan
inspirasi untuk mengkaji aspek kehidupan yang berdampak dan terjadi khususnya
tentang Struktur Protein.
Kami sangat menyadari, karya makalah
ini banyak kekurangan baik isi maupun teknik penulisan. Untuk itu kritik dan
saran bersifat membangun selalu kami harapkan. Pada kesempatan ini kami
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ambar Yunita, M.Sc,Apt selaku Dosen Ilmu
Dasar Keperawatan III.
Klaten,
05 April 2016
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
- Latar
belakang
............................................................................................1
- Rumusan masalah………............................................................................1
- Tujuan ……………….................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
- Pengertian struktur protein ……………………….….………………..…2
- Komponen penyusun
protein ..…………..……………………………… 2
- Ikatan peptide
………………...................................................................
3
- Struktur protein
………………………………………………………… 4
- Sintese protein
…………………………………………………………. 6
- Fungsi protein
………………………………………………………….. 7
- Keuntungan dan
kekeurangan protein bagi tubuh ……………………… 8
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan
.............................................................................................. 10
- Saran ……..……………………………………………………………..
10
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Protein
(protos yang berarti ”paling utama”) adalah senyawa organik kompleks yang
mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam
amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Protein banyak
terkandung di dalam makanan seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya.
Secara umum, sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein
sangat penting karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak
dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
B.
RUMUSAN MASALAH
• Apa pengertian protein?
• Apa komponen penyusun protein ?
• Bagaimana ikatan peptida pada protein?
• Bagaimana struktur protein?
• Bagaimana sintesis protein ?
• Apa fungsi protein?
• Keuntungan dan kekurangan protein?
• Apa komponen penyusun protein ?
• Bagaimana ikatan peptida pada protein?
• Bagaimana struktur protein?
• Bagaimana sintesis protein ?
• Apa fungsi protein?
• Keuntungan dan kekurangan protein?
C.
TUJUAN
Tujuan dari makalah ini yaitu :
• Untuk mengetahui pengertian protein
• Untuk mengetahui penyusun protein
• Untuk mengetahui ikatan peptide pada protein
• Untuk mengetahui struktur dari protein
• Untuk mengetahui sintesis protein dan
• Untuk mengetahui fungsi protein
• Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan protein
• Untuk mengetahui pengertian protein
• Untuk mengetahui penyusun protein
• Untuk mengetahui ikatan peptide pada protein
• Untuk mengetahui struktur dari protein
• Untuk mengetahui sintesis protein dan
• Untuk mengetahui fungsi protein
• Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan protein
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer – monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor . Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam aminobagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik . Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.sumber – sumber protein berasal dari daging, ikan, telur , susu, dan produk sejenis quark , tumbuhan berbji, Suku polong-polongan dan kentang.
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer – monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor . Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam aminobagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik . Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.sumber – sumber protein berasal dari daging, ikan, telur , susu, dan produk sejenis quark , tumbuhan berbji, Suku polong-polongan dan kentang.
B. KOMPONEN PENYUSUN PROTEIN
Unit dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Suatu asam
amino-α terdiri atas:
1. Atom C α. disebut α karena bersebelahan dengan gugus karboksil
2. Atom H yang terikat pada atom C α.
3. Gugus karboksil yang terikat pada atom C α.
4. Gugus amino yang terikat pada atom C α.
5. Gugus R yang juga terikat pada atom C α.
Macam asam
amino
Ada 20 macam asam amino, yang masing-masing ditentukan
oleh jenis gugus R atau rantai samping dari asam amino. Jika gugus
R berbeda maka jenis asam amino berbeda.
Berikut nama-nama asam amino :
Alanin (alanine)
Arginin (arginine)
Asparagin (asparagine)
Asam aspartat (aspartic acid)
Sistein (cystine)
Glutamin (Glutamine)
Asam glutamat (glutamic acid)
Glisin (Glycine)
Histidin (histidine)
Isoleusin (isoleucine)
Leusin (leucine)
Lisin (Lysine)
Metionin (methionine)
Fenilalanin (phenilalanine)
Prolin (proline)
Serin (Serine)
Treonin (Threonine)
Triptofan (Tryptophan)
Tirosin (tyrosine)
Valin (valine) Ala
Arginin (arginine)
Asparagin (asparagine)
Asam aspartat (aspartic acid)
Sistein (cystine)
Glutamin (Glutamine)
Asam glutamat (glutamic acid)
Glisin (Glycine)
Histidin (histidine)
Isoleusin (isoleucine)
Leusin (leucine)
Lisin (Lysine)
Metionin (methionine)
Fenilalanin (phenilalanine)
Prolin (proline)
Serin (Serine)
Treonin (Threonine)
Triptofan (Tryptophan)
Tirosin (tyrosine)
Valin (valine) Ala
C. IKATAN PEPTIDA
Kedua puluh macam asam amino saling berikatan, dengan urutan yang
beraneka ragam untuk membentuk protein. Proses pembentukan protein dari asam-asam
amino ini dinamakan sintesis protein. Ikatan antara asam amino yang satu dengan
lainnya disebut ikatan peptida.Ikatan peptida ini dapat disebut juga sebagai
ikatan amida.
D.
STRUKTUR PROTEIN
Ada 4 tingkat struktur protein yaitu struktur primer, struktur
sekunder, struktur tersier dan struktur kuartener.
1. Struktur primer
Struktur
primer adalah urutan asam-asam amino yang membentuk rantai polipeptida. Struktur
primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan
melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa
dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein, dengan penggunaan
beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi
fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas
kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun
1957,Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi
protein, dan lebih lanjut memicu mutasi genetik.
2. Struktur sekunder
Struktur
sekunder protein bersifat reguler, pola lipatan berulang dari rangka protein. Dua pola terbanyak adalah alpha helix dan
beta sheet. Struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari
berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan
hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
o alpha helix (α-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
o beta-sheet (β-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
o beta-turn, (β-turn, “lekukan-beta”); dan
o gamma-turn, (γ-turn, “lekukan-gamma”).
3. Struktur tersier
Struktur
tersier protein adalah lipatan secara keseluruhan dari rantai polipeptida
sehingga membentuk struktur 3 dimensi tertentu. Sebagai contoh, struktur
tersier enzim sering padat, berbentuk globuler. Struktur tersier yang merupakan
gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Struktur tersier biasanya
berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa
ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau
kuartomer) dan membentuk struktur kuartener.
4. Struktur kuartener
Beberapa
protein tersusun atas lebih dari satu rantai polipeptida. Struktur kuartener
menggambarkan subunit-subunit yang berbeda dipak bersama-sama membentuk
struktur protein. Ditinjau dari strukturnya, protein dapat dibagi dalam 2
golongan yaitu:
a.
Protein sederhana yang
merupakan protein yang hanya terdiri atas molekul-molekul asam amino
b.
Protein gabungan yang
merupakan protein yang terdiri atas protein dan gugus bukan protein. Gugus ini
disebut gugus prostetik dan terdiri atas karbohidrat, lipid atau asam nukleat.
Protein sederhana
menurut bentuk molekulnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
1.
Protein fiber
Molekul protein ini terdiri atas beberapa rantai polipeptida yang
memanjang dan dihubungkan satu sama lain oleh beberapa ikatan silang hingga
merupakan bentuk serat atau serabut yang stabil. Protein fiber tidak larut
dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam, asam, basa ataupun alkohol. Berat molekulnya
yang besar belum dapat ditentukan dengan pati dan sukar dimurnikan. Kegunaan
protein ini hanya untuk membentuk struktur jaringan dan bahan, contohnya adalah
keratin pada rambut.
2.
Protein globular
Protein globular pada umumnya berbentuk bulat atau elips dan
terdiri atas rantai polipeptida yang terlibat. Protein globular/speroprotein
berbentuk bola, protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer, juga
lebih mudah berubah di bawah pengaruh suhu, konsentrasi asam dan asam encer.Protein
ini mudah terdenaturasi. Banyak terdapat pada susu, telur dan daging.
E.
SINTESE PROTEIN
Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein
akan diuraikan menjadi peptidpeptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri
dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia
memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat
disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat
disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam
amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa
asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat
disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi.
Kemudian karena hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau
retikulum endoplasma, disebut sebagai translasi.
Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel,
Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari
daging dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut
diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein
nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein
hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein
nabati.Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley
menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup
dua kali lebih lama.
F. FUNGSI PROTEIN
Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi.
Peran-peran tersebut antara lain:
1.
Katalisis enzimatik
Hampir semua reaksi
kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah
protein.
2.
Transportasi dan penyimpanan
Berbagai molekul kecil
dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. Misalnya transportasi oksigen di
dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot oleh
mioglobin.
3.
Koordinasi gerak
Kontraksi otot dapat
terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Contoh lainnya adalah pergerakan
kromosom saat proses mitosis dan pergerakan sperma oleh flagela.
4.
Penunjang mekanis
Ketegangan kulit dan
tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa.
5.
Proteksi imun
Antibodi merupakan
protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda
asing seperti virus, bakteri dan sel dari organisma lain.
6.
Membangkitkan dan
menghantarkan impuls saraf
Respon sel saraf
terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein reseptor. Misalnya
rodopsin adalah protein yang sensitif terhadap cahaya ditemukan pada sel batang
retina. Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis.
7.
Pengaturan pertumbuhan dan
diferensiasi
Pada organisme tingkat
tinggi, pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor
pertumbuhan.Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan
jaringan saraf.Selain itu, banyak hormon
merupakan protein.
G. KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN PROTEIN BAGI TUBUH
1.
Keuntungan protein
Protein mempunyai fungsi unik
bagi tubuh, antara lain:
a.
Menyediakan
bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan
tubuh
b.
Mengatur kelangsungan
proses di dalam tubuh
c.
Memberi tenaga jika
keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak
d.
Sumber energy
e.
Pembetukan dan
perbaikan sel dan jaringan
f.
Sebagai sintesis
hormon, enzim, dan antibody
g.
Pengatur keseimbangan
kadar asam basa dalam sel
2.
Kekurangan Protein
Protein sendiri mempunyai
banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan
setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya
mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein
bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.
a.
Kekurangan Protein
bisa berakibat fatal:
• Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari
97-100% dari Protein -Keratin)
• Yang paling buruk ada yang disebut dengan
Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang
menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan
oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.
• Kekurangan yang terus menerus menyebabkan
marasmus dan berkibat kematian
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Protein adalah senyawa
organik kompleks yang mempunyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer
dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan
peptida.
2.
Komponen penyusun protein
terdiri dari :Alanin (alanine), Arginin (arginine), Asparagin (asparagine),
Asam aspartat (aspartic acid), Sistein (cystine), Glutamin (Glutamine), Asam
glutamat (glutamic acid), Glisin (Glycine), Histidin (histidine), Isoleusin
(isoleucine), Leusin (leucine), Lisin (Lysine), Metionin (methionine),
Fenilalanin (phenilalanine), Prolin (proline), Serin (Serine), Treonin
(Threonine), Triptofan (Tryptophan), Tirosin (tyrosine), dan Valin (valine)
3.
Ikatpeptidaan antara asam
amino yang satu dengan lainnya disebut ikatan.
4.
Struktur protein ada 4
tingkatan yaitu :Struktur primer, Struktur sekunder, Struktur tersier, Struktur
kuartener.
5.
Sintese protein dilakukan
dengan bantuan enzim di system pencernaan, protein diuraikan menjadi
peptidpeptid yang strukturnya diuraikan lebih sederhana.
6.
Fungsi protein: katalisis
enzimatik, transportasi dan penyimpanan, koordinasi gerak, penunjang mekanis,
proteksi imun, Membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf, Pengaturan pertumbuhan
dan diferensiasi.
7.
Ada banyak keuntungan dan
kekurangan protein bagi tubuh.
B. SARAN
1.
Kita harus cukup protein
agar terhindar dari penyakit
2.
Makan makanan yang banyak
mengandung protein agar badan mempunyai energi
DAFTAR PUSTAKA
http://www.biology.arizona.edu\biochemistry\biochemistry.html, 2003, The
Biology Project-Biochemistry
Anonim. 2009. Buku Ajar
Kimia Organik. Palu. STIFA – PM.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar