KANKER SERVIKS
Oleh
1.
JEFRIANTO ENIBA (K.011.015.008)
2.
RINI MUKTI CAHYANI (K.011.015.012)
3.
SITI NUR FATHONAH (K.011.015.017)
4.
YETTI RETNOWATI (K.011.015.020)
5.
ZULFAN
MUSTIKA (K.011.015.021)
PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
STIKES DUTA GAMA KLATEN
2016
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang dapat kami sampaikan
kecuali rasa syukur kehadirat Allah SWT hingga saat ini kami diberikan
kesempatan untuk dapat menulis sebuah makalah, hanya karena rahmat yang
diberikan-Nya kami dapat merangkai makalah ini hingga selesai. Apapun yang kami
sajikan semoga selalu bermanfaat bagi para pembacanya.
Pada makalah ini, kami dapat
sampaikan sebuah realita yang ada di kehidupan saat ini, yang mampu memberikan
inspirasi untuk mengkaji aspek kehidupan yang berdampak dan terjadi khususnya
tentang Kanker Serviks.
Kami sangat menyadari, karya makalah
ini banyak kekurangan baik isi maupun teknik penulisan. Untuk itu kritik dan
saran bersifat membangun selalu kami harapkan. Pada kesempatan ini kami
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drh. Muhammad Nurhadi, M. Sc. Selaku
dosen Ilmu Dasar Keperawatan IV.
Klaten,
05 April 2016
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
- Latar
belakang
............................................................................................1
- Tujuan ……………….................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Definisi kanker serviks ………………………..………………………...
2
B. Bahaya penyakit kanker
serviks ……………………………………...… 2
C.
Penyebab kanker serviks ……………………………………………….. 3
D.
Cara penularan kanker servi.ks …………………………………………. 3
E.
Gejala kanker serviks …….………………………………………..…… 3
F.
Lama masa pertumbuhan kanker serviks …………….……………….... 4
G.
Orang yang berisiko terjangkit kanker serviks .…
.…………………….. 4
H.
Cara mendeteksi dan pencegahan kanker serviks .
.…………………….
5
I.
Pentingnya vaksinasi hpv dan efek samping ….…………………...…… 5
J.
Patogenesis
……………….………………………………………..…… 7
K.
Komplikasi
……………………………………………………………... 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
.............................................................................................. 13
B.
Saran …………………………………………………………………… 13
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Kanker
Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher
rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina.
Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker
serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal
dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam
rahim. Karsinoma serviks biasanya timbul pada zona transisional yang terletak
antara epitel sel skuamosa dan epitel sel kolumnar.
Hingga
saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak akibat penyakit
kanker di negara berkembang. Sesungguhnya penyakit ini dapat dicegah bila
program skrining sitologi dan pelayanan kesehatan diperbaiki. Diperkirakan
setiap tahun dijumpai sekitar 500.000 penderita baru di seluruh dunia dan
umumnya terjadi di negara berkembang.
Penyakit
ini berawal dari infeksi virus yang merangsang perubahan perilaku sel epitel
serviks. Pada saat ini sedang dilakukan penelitian vaksinasi sebagai upaya
pencegahan dan terapi utama penyakit ini di masa mendatang.
B. TUJUAN
1. Mengetahui
apa itu kanker serviks?
2. Mengetahui
penyebab kanker serviks
3. Mengetahui
carapenularan kanker serviks
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
KANKER SERVIKS
Kanker serviks
adalah kanker yang muncul pada
leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju
rahim dari vagina. Pada usia berapa pun, semua wanita bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini
cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun.
Kanker ini
99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang
menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki
tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh
penderita.
B.
BAHAYA PENYAKIT KANKER
SERVIKS
Badan
Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati
peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian
pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari
15.000 kasus kanker serviks.
Sekitar 8000
kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan
negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.
C. PENYEBAB KANKER SERVIKS
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human
Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian
besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis
virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal. Akibatnya adalah
virus HPV tipe 16 dan 18.
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal
pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau
pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
D. CARA PENULARAN KANKER SERVIKS
Penularan
virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan
berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara
transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun
secara manual ke genital.
Karenanya,
penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh
mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus
ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
E. GEJALA KANKER SERVIKS
Pada tahap
awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya,
Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap
smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya
hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Gejala
kanker serviks tingkat lanjut :
1.
Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan
intim (contact bleeding).
2.
Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
3.
Perdarahan di luar siklus menstruasi.
4.
Penurunan berat badan drastis.
5.
Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien
akan menderita keluhan nyeri punggung
6.
Juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
F. LAMA MASA PERTUMBUHAN KANKER SERVIKS
Masa
preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit
ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak
dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.
Infeksi
menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah
pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun,
mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker
serviks.
G. ORANG YANG BERISIKO TERJANGKIT KANKER SERVIKS
Ada banyak
penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan
meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya
adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan
dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.
Menurut Joakam Dillner, M.D.,
peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang
masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan
terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada
rahim.
Perempuan
yang rawan mengidap kanker serviks adalah yang berusia antara 35-50 tahun,
terutama yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan
seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher
rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual
setelah usia 20 tahun.
Kanker leher rahim juga berkaitan
dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang dimiliki, maka
kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah
lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya
kanker leher rahim.
Orang yang
terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal,
serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada orang
yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari
bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga mudah
terinfeksi.
H. CARA MENDETEKSI DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS
Pap smear
adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker Serviks atau
kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa
dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan
menggunakan asam asetat (cuka).
Menggunakan asam asetat cuka adalah
yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil
yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini
kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System
(HCII).
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit
kanker yang menyebabkan kematian, kanker
serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui
penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan.
Yaitu dengan cara :
·
Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang
berganti-ganti
·
Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi
yang sudah aktif secara seksual
·
Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah
melakukan kontak secara seksua dan memelihara kesehatan tubuh
I. PENTINGNYA VAKSINASI HPV DAN EFEK SAMPING
Pada
pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18
yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara
meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel
serviks.
Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman
HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah,
vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26
tahun yang belum aktif secara seksual.
Vaksin telah
diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan
adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan
adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.
Efek samping yang sering ditemui
lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak
dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin
ini.
1.
Faktor
Alamiah
Faktor alamiah adalah faktor-faktor
yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk
mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah
usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya
terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekedar orang yang sudah
berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Tentu kita
tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan
upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks. Tidak
seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam
terjadinya kanker serviks.
2.
Faktor
Kebersihan
·
Keputihan yang dibiarkan terus menerus
tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan,
yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna
bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat
tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami keputihan yang tidak
normal.
·
Penyakit
Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang
ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain
sifilis,
gonore,
herpes simpleks, HIV-AIDS,
kutil kelamin, dan virus HPV.
·
Membasuh kemaluan dengan air yang tidak
bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak
bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman.
3.
Faktor Pilihan
Faktor ketiga adalah faktor
pilihan, mencakup hal-hal yang bisa di tentukan sendiri, diantaranya
berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner
seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit
kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan,
janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks.
J. PATOGENESIS
1.
Tahap Inkubasi
Kanker berkembang menjadi stadium 1 dimana Human
papillomavirus (HPV) menginvasi serviks pada bagian lebih dalam.
2.
Tahap penyakit dini
Setelah Human papillomavirus (HPV) menginveksi
(stadium satu) berlanjut pada stadium 2. Pada stadium 2 ini kanker mulai
menyebar di sekitar leher rahim. Stadium 3, kanker menyebar ke daerah panggul
(Syuhada, 2011).
3.
Tahap penyakit lanjut
Tahap penyakit dini, penyakit kanker serviks mulai
menunjukkan gejala. Menurut Syuhada (2011), pada awalnya kanker serviks tidak
menimbulkan tanda dan gejala, namun apabila kanker serviks telah berada pada
stadium lanjut maka akan menimbulkan gejala sebagai berikut :
a.
Nyeri dan pendarahan selama berhubungan seksual.
b.
Pendarahan vagina yang abnormal.
c.
Pendarahan vagina pada periode antar menstruasi.
d.
Pendarahan vagina setelah menopause.
e.
Kaki sakit atau bengkak.
f.
Sakit pada bagian punggung.
g.
Kelelahan.
h.
Keputihan yang tidak biasa dan berbau
4.
Tahap akhir
Dengan disertai pengobatan, pada tahap awal infasif
kanker serviks memiliki harapan hidup selama 5 tahun kedepan sebesar 92%, dan
secara keseluruhan dari semua stadium memiliki harapan hidup selama 5 tahun
sebesar 72%. Kemungkinan ini dapat diperbaiki bila penderita yang baru
terdiagnosis segera diberikan informasi pentingnya pengobatan kanker serviks.
Dengan pengobatan, 80-90% dari wanita dengan stadium I dan 50 – 65% dari
perempuan pada stadium II masih hidup 5 tahun setelah diagnosis. Sedangkan 25-35%
dari wanita dengan kanker stadium III dan 15% atau lebih dari perempuan dengan
kanker stadium IV masih hidup setelah 5 tahun terdiagnosis stadium tersebut.
K. KOMPLIKASI
Komplikasi
yang mungkin terjadi karena efek dari penyakit kanker yang sudah stadium lanjut.
1.
Nyeri
Jika sel kanker sudah menyebar pada ujung saraf,
tulang, atau otot, biasanya menimbulkan nyeri yang berat. Dapat diatasi dengan
obat pengurang rasa sakit, tergantung dari berat ringan nyeri yang dirasakan.
Obat yang digunakan bisa dari parasetamol dan NSAID (obat anti inflamasi non
steroid) seperti ibuprofen, hingga pereda nyeri yang lebih besar seperti
golongan opiat contohnya kodein dan morfin.
2.
Gagal Ginjal
Ginjal
manusia berfungsi menyaring “sampah” dari darah. Produk sisa ini akan dikeluarkan
dari tubuh melalui urin melalui saluran bernama ureter. Pada beberapa kasus
kanker serviks stadium lanjut, sel kanker dapat menekan ureter sehingga
mengganggu aliran urin dari ginjal. Urin yang terganggu penyalurannya akan
menumpuk dalam ginjal atau disebut juga dengan hidronefrosis. Hal ini bisa
menyebabkan ginjal membengkak dan membesar.
Pada kasus
hidronefrosis yang berat, ginjal bisa rusak dan tidak bisa menjalankan
fungsinya. Hal ini disebut juga gagal ginjal. Gejala gagal ginjal antara lain:
·
Perasaan lelah
·
Bengkak pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan
karena penumpukan cairan
·
Nafas pendek (atau sesak)
·
Perasaan tidak nyaman/fit
·
Darah dalam urin (hematuria)
Penanganan gagal ginjal yang
disebabkan oleh kanker serviks bisa dilakukan dengan pembuatan saluran untuk
mengeluarkan urin yang menumpuk dari ginjal dengan selang yang dimasukkan
melalui kulit ke masing-masing ginjal (nefrostomi perkutan). Selain itu bisa
juga dengan melebarkan saluran ureter dengan memasukkan cincin logam (stent) di
dalamnya.
3.
Penggumpalan Darah
Sebagaimana
halnya dengan kanker-kanker lainnya, kanker serviks dapat menyebabkan darah
menjadi lebih kental sehingga mudah terjadi penggumpalan. Tirah baring (bed
rest) setelah operasi dan kemoterapi juga dapat meningkatkan risiko pembentukan
gumpalan.
Tumor yang
besar dapat menekan pembuluh darah vena di panggul sehingga menyebabkan
lambatnya aliran darah. Hal ini menyebabkan penggumpalan darah di daerah kaki.
Gejala
adanya penggumpalan darah antara lain:
·
Nyeri dan bengkak di salah satu kaki (biasanya di
betis)
·
Nyeri hebat di daerah yang terdapat gumpalan darah
·
Kulit teraba hangat di area gumpalan darah
·
Kulit kemerahan di bagian belakang kaki, di bawah
lutut
Hal yang sangat diwaspadai dari
terjadinya gumpalan darah ini adalah gumpalan ini dapat mengalir terbawa aliran
darah ke paru-paru dan menyumbat aliran darah di sana. Kasus ini dikenal dengan
embolisme paru. Efeknya fatal, bisa menyebabkan kematian.
4.
Perdarahan
Jika kanker
menyebar ke vagina, usus besar, atau kandung kemih, dapat menyebabkan kerusakan
parah dan menghasilkan perdarahan. Perdarahan bisa terjadi di vagina, rektum
(usus besar sebelum anus), atau bisa juga keluar bersama urin.
5.
Fistula
Fistula
adalah saluran yang tidak normal yang menghubungkan dua bagian pada tubuh. Pada
kebanyakan kasus kanker serviks, fistula terbentuk di antara kandung kemih dan
vagina. Kelainan ini menyebabkan adanya cairan urin yang keluar terus menerus
dari vagina (berasal dari kandung kemih). Selain itu fistula juga dapat
terbentuk antara vagina dan rektum.
Fistula
merupakan komplikasi yang tidak umum terjadi pada kanker serviks. Kejadiannya 1
berbanding 50 kasus kanker stadium lanjut. Penanganannya adalah dengan operasi.
Meskipun kadang ini sulit dilakukan untuk penderita kanker serviks karena
kondisinya yang rapuh sehingga tidak sanggup menghadapi efek operasi. Selain
operasi, gejala fistula bisa diatasi dengan penggunaan obat untuk mengurangi
cairan yang keluar serta penggunaan krim atau lotion untuk mengatasi kerusakan
jaringan di sekitarnya dan mencegah iritasi.
6.
Cairan Berbau Dari Vagina
Komplikasi
lainnya yang tidak umum terjadi tapi mengganggu adalah keluarnya cairan berbau
tidak sedap dari vagina. Keluarnya cairan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal
seperti kerusakan jaringan, kebocoran dari kandung kemih atau rektum melalui
vagina, atau infeksi bakteri pada vagina.
Penanganannya
adalah dengan memberikan gel antibakteri yang mengandung metronidazol dan
menggunakan pakaian yang mengandung karbon (arang). Karbon atau arang efektif
dalam menyerap bau yang tidak sedap.
7.
Terapi Paliatif
Kanker
serviks stadium lanjut yang sudah sangat berat, sulit untuk disembuhkan. Terapi
pengobatan yang dilakukan memiliki efektifitas yang sangat kecil untuk
menyembuhkan penyakit. Pada kondisi seperti ini, penanganan yang diberikan oleh
tim medis tidak lagi bertujuan untuk mengobati penyakit tapi lebih pada
menangani gejala yang muncul dan membantu pasien untuk merasakan kenyamanan
sebisa mungkin. Terapi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien ini
disebut juga terapi paliatif (palliative
care).
Terapi
paliatif termasuk di dalamnya terapi dukungan psikologi, sosial, dan spritual
untuk pasien juga keluarganya. Pasien atau keluarganya bisa mendiskusikan
dengan dokter perawatan bagaimana yang dirasa terbaik untuk akhir hidup pasien,
apakah di rumah sakit atau dibawa pulang ke rumah. Dukungan dari orang terdekat
sangat penting pada fase ini.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kanker serviks uterus adalah
keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita
2. HPV (Human Papiloma Virus) merupakan
penyebab terbanyak kanker serviks.
B. SARAN
Berhati-hatilah dengan penyakit
kanker serviks, lebih baik mencegah dari pada mengobati.Ternyata tidak mudah
menjadi seorang wanita, tapi bukan berarti sulit untuk menjalaninya. Penyakit
bisa kita hindari asal kita selalu berusaha hidup sehat dan teratur.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar