Kamis, 07 April 2016

MAKALAH KANKER SERVIKS

KANKER SERVIKS




Oleh
1.     JEFRIANTO ENIBA                 (K.011.015.008)
2.     RINI MUKTI CAHYANI           (K.011.015.012)
3.     SITI NUR FATHONAH             (K.011.015.017)
4.     YETTI RETNOWATI                (K.011.015.020)
5.     ZULFAN MUSTIKA                  (K.011.015.021)


PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
STIKES DUTA GAMA KLATEN

2016



KATA PENGANTAR
            Tiada kata yang dapat kami sampaikan kecuali rasa syukur kehadirat Allah SWT hingga saat ini kami diberikan kesempatan untuk dapat menulis sebuah makalah, hanya karena rahmat yang diberikan-Nya kami dapat merangkai makalah ini hingga selesai. Apapun yang kami sajikan semoga selalu bermanfaat bagi para pembacanya.
            Pada makalah ini, kami dapat sampaikan sebuah realita yang ada di kehidupan saat ini, yang mampu memberikan inspirasi untuk mengkaji aspek kehidupan yang berdampak dan terjadi khususnya tentang Kanker Serviks.
            Kami sangat menyadari, karya makalah ini banyak kekurangan baik isi maupun teknik penulisan. Untuk itu kritik dan saran bersifat membangun selalu kami harapkan. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drh. Muhammad Nurhadi, M. Sc. Selaku dosen Ilmu Dasar Keperawatan IV.


                                                                                    Klaten, 05 April 2016
                                                                                                Penulis








ii




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN
  1. Latar belakang ............................................................................................1
  2. Tujuan ……………….................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi kanker serviks ………………………..………………………... 2
B.     Bahaya penyakit kanker serviks ……………………………………...… 2
C.     Penyebab kanker serviks ……………………………………………….. 3
D.    Cara penularan kanker servi.ks …………………………………………. 3
E.     Gejala kanker serviks …….………………………………………..…… 3
F.      Lama masa pertumbuhan kanker serviks …………….……………….... 4
G.    Orang yang berisiko terjangkit kanker serviks .… .…………………….. 4
H.    Cara mendeteksi dan pencegahan kanker serviks . .……………………. 5
I.       Pentingnya vaksinasi hpv dan efek samping ….…………………...…… 5
J.       Patogenesis ……………….………………………………………..…… 7
K.    Komplikasi ……………………………………………………………... 8

BAB III PENUTUP
A.      Kesimpulan .............................................................................................. 13
B.       Saran …………………………………………………………………… 13
DAFTAR PUSTAKA





iii





BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim. Karsinoma serviks biasanya timbul pada zona transisional yang terletak antara epitel sel skuamosa dan epitel sel kolumnar.
Hingga saat ini kanker serviks merupakan penyebab kematian terbanyak akibat penyakit kanker di negara berkembang. Sesungguhnya penyakit ini dapat dicegah bila program skrining sitologi dan pelayanan kesehatan diperbaiki. Diperkirakan setiap tahun dijumpai sekitar 500.000 penderita baru di seluruh dunia dan umumnya terjadi di negara berkembang.
Penyakit ini berawal dari infeksi virus yang merangsang perubahan perilaku sel epitel serviks. Pada saat ini sedang dilakukan penelitian vaksinasi sebagai upaya pencegahan dan terapi utama penyakit ini di masa mendatang.

B.       TUJUAN
1.      Mengetahui apa itu kanker serviks?
2.      Mengetahui penyebab kanker serviks
3.      Mengetahui carapenularan kanker serviks






BAB II
PEMBAHASAN

A.    DEFINISI KANKER SERVIKS
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Pada usia berapa pun, semua wanita bisa menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual antara usia 30-45 tahun. Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

B.     BAHAYA PENYAKIT KANKER SERVIKS

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.
Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia.

C.     PENYEBAB KANKER SERVIKS
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal. Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

D.    CARA PENULARAN KANKER SERVIKS
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

E.     GEJALA KANKER SERVIKS
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
1.      Munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
2.      Keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
3.      Perdarahan di luar siklus menstruasi.
4.      Penurunan berat badan drastis.
5.      Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
6.      Juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

F.      LAMA MASA PERTUMBUHAN KANKER SERVIKS
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.
Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

G.    ORANG YANG BERISIKO TERJANGKIT KANKER SERVIKS
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.
Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim.
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah yang berusia antara 35-50 tahun, terutama yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.
Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang dimiliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.
Orang yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada orang yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga mudah terinfeksi.

H.    CARA MENDETEKSI DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker Serviks atau kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).
Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
·      Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
·      Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
·      Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksua dan memelihara kesehatan tubuh

I.       PENTINGNYA VAKSINASI HPV DAN EFEK SAMPING
Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.
Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.
Vaksin telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.
Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

1.      Faktor Alamiah
Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekedar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Tentu kita tidak bisa mencegah terjadinya proses penuaan. Akan tetapi kita bisa melakukan upaya-upaya lainnya untuk mencegah meningkatnya risiko kanker serviks. Tidak seperti kanker pada umumnya, faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks.
2.      Faktor Kebersihan
·      Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada 2 macam keputihan,  yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami keputihan yang tidak normal.
·      Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilis, gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.
·      Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih banyak dihuni oleh kuman-kuman.
3.      Faktor Pilihan
Faktor ketiga adalah faktor pilihan, mencakup hal-hal yang bisa di tentukan sendiri, diantaranya berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks.

J.       PATOGENESIS
1.      Tahap Inkubasi
Kanker berkembang menjadi stadium 1 dimana Human papillomavirus (HPV) menginvasi serviks pada bagian lebih dalam.
2.      Tahap penyakit dini
Setelah Human papillomavirus (HPV) menginveksi (stadium satu) berlanjut pada stadium 2. Pada stadium 2 ini kanker mulai menyebar di sekitar leher rahim. Stadium 3, kanker menyebar ke daerah panggul (Syuhada, 2011).
3.      Tahap penyakit lanjut
Tahap penyakit dini, penyakit kanker serviks mulai menunjukkan gejala. Menurut Syuhada (2011), pada awalnya kanker serviks tidak menimbulkan tanda dan gejala, namun apabila kanker serviks telah berada pada stadium lanjut maka akan menimbulkan gejala sebagai berikut :
a.       Nyeri dan pendarahan selama berhubungan seksual.
b.      Pendarahan vagina yang abnormal.
c.       Pendarahan vagina pada periode antar menstruasi.
d.      Pendarahan vagina setelah menopause.
e.       Kaki sakit atau bengkak.
f.       Sakit pada bagian punggung.
g.      Kelelahan.
h.      Keputihan yang tidak biasa dan berbau
4.      Tahap akhir
Dengan disertai pengobatan, pada tahap awal infasif kanker serviks memiliki harapan hidup selama 5 tahun kedepan sebesar 92%, dan secara keseluruhan dari semua stadium memiliki harapan hidup selama 5 tahun sebesar 72%. Kemungkinan ini dapat diperbaiki bila penderita yang baru terdiagnosis segera diberikan informasi pentingnya pengobatan kanker serviks. Dengan pengobatan, 80-90% dari wanita dengan stadium I dan 50 – 65% dari perempuan pada stadium II masih hidup 5 tahun setelah diagnosis. Sedangkan 25-35% dari wanita dengan kanker stadium III dan 15% atau lebih dari perempuan dengan kanker stadium IV masih hidup setelah 5 tahun terdiagnosis stadium tersebut.

K.    KOMPLIKASI
Komplikasi yang mungkin terjadi karena efek dari penyakit kanker yang sudah stadium lanjut.
1.      Nyeri
Jika sel kanker sudah menyebar pada ujung saraf, tulang, atau otot, biasanya menimbulkan nyeri yang berat. Dapat diatasi dengan obat pengurang rasa sakit, tergantung dari berat ringan nyeri yang dirasakan. Obat yang digunakan bisa dari parasetamol dan NSAID (obat anti inflamasi non steroid) seperti ibuprofen, hingga pereda nyeri yang lebih besar seperti golongan opiat contohnya kodein dan morfin.

2.      Gagal Ginjal
Ginjal manusia berfungsi menyaring “sampah” dari darah. Produk sisa ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin melalui saluran bernama ureter. Pada beberapa kasus kanker serviks stadium lanjut, sel kanker dapat menekan ureter sehingga mengganggu aliran urin dari ginjal. Urin yang terganggu penyalurannya akan menumpuk dalam ginjal atau disebut juga dengan hidronefrosis. Hal ini bisa menyebabkan ginjal membengkak dan membesar.
Pada kasus hidronefrosis yang berat, ginjal bisa rusak dan tidak bisa menjalankan fungsinya. Hal ini disebut juga gagal ginjal. Gejala gagal ginjal antara lain:
·         Perasaan lelah
·         Bengkak pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan karena penumpukan cairan
·         Nafas pendek (atau sesak)
·         Perasaan tidak nyaman/fit
·         Darah dalam urin (hematuria)
Penanganan gagal ginjal yang disebabkan oleh kanker serviks bisa dilakukan dengan pembuatan saluran untuk mengeluarkan urin yang menumpuk dari ginjal dengan selang yang dimasukkan melalui kulit ke masing-masing ginjal (nefrostomi perkutan). Selain itu bisa juga dengan melebarkan saluran ureter dengan memasukkan cincin logam (stent) di dalamnya.

3.      Penggumpalan Darah
Sebagaimana halnya dengan kanker-kanker lainnya, kanker serviks dapat menyebabkan darah menjadi lebih kental sehingga mudah terjadi penggumpalan. Tirah baring (bed rest) setelah operasi dan kemoterapi juga dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan.
Tumor yang besar dapat menekan pembuluh darah vena di panggul sehingga menyebabkan lambatnya aliran darah. Hal ini menyebabkan penggumpalan darah di daerah kaki.
Gejala adanya penggumpalan darah antara lain:
·         Nyeri dan bengkak di salah satu kaki (biasanya di betis)
·         Nyeri hebat di daerah yang terdapat gumpalan darah
·         Kulit teraba hangat di area gumpalan darah
·         Kulit kemerahan di bagian belakang kaki, di bawah lutut
Hal yang sangat diwaspadai dari terjadinya gumpalan darah ini adalah gumpalan ini dapat mengalir terbawa aliran darah ke paru-paru dan menyumbat aliran darah di sana. Kasus ini dikenal dengan embolisme paru. Efeknya fatal, bisa menyebabkan kematian.
4.      Perdarahan
Jika kanker menyebar ke vagina, usus besar, atau kandung kemih, dapat menyebabkan kerusakan parah dan menghasilkan perdarahan. Perdarahan bisa terjadi di vagina, rektum (usus besar sebelum anus), atau bisa juga keluar bersama urin.

5.      Fistula
Fistula adalah saluran yang tidak normal yang menghubungkan dua bagian pada tubuh. Pada kebanyakan kasus kanker serviks, fistula terbentuk di antara kandung kemih dan vagina. Kelainan ini menyebabkan adanya cairan urin yang keluar terus menerus dari vagina (berasal dari kandung kemih). Selain itu fistula juga dapat terbentuk antara vagina dan rektum.
Fistula merupakan komplikasi yang tidak umum terjadi pada kanker serviks. Kejadiannya 1 berbanding 50 kasus kanker stadium lanjut. Penanganannya adalah dengan operasi. Meskipun kadang ini sulit dilakukan untuk penderita kanker serviks karena kondisinya yang rapuh sehingga tidak sanggup menghadapi efek operasi. Selain operasi, gejala fistula bisa diatasi dengan penggunaan obat untuk mengurangi cairan yang keluar serta penggunaan krim atau lotion untuk mengatasi kerusakan jaringan di sekitarnya dan mencegah iritasi.

6.      Cairan Berbau Dari Vagina
Komplikasi lainnya yang tidak umum terjadi tapi mengganggu adalah keluarnya cairan berbau tidak sedap dari vagina. Keluarnya cairan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti kerusakan jaringan, kebocoran dari kandung kemih atau rektum melalui vagina, atau infeksi bakteri pada vagina.
Penanganannya adalah dengan memberikan gel antibakteri yang mengandung metronidazol dan menggunakan pakaian yang mengandung karbon (arang). Karbon atau arang efektif dalam menyerap bau yang tidak sedap.

7.      Terapi Paliatif
Kanker serviks stadium lanjut yang sudah sangat berat, sulit untuk disembuhkan. Terapi pengobatan yang dilakukan memiliki efektifitas yang sangat kecil untuk menyembuhkan penyakit. Pada kondisi seperti ini, penanganan yang diberikan oleh tim medis tidak lagi bertujuan untuk mengobati penyakit tapi lebih pada menangani gejala yang muncul dan membantu pasien untuk merasakan kenyamanan sebisa mungkin. Terapi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien ini disebut juga terapi paliatif (palliative care).
Terapi paliatif termasuk di dalamnya terapi dukungan psikologi, sosial, dan spritual untuk pasien juga keluarganya. Pasien atau keluarganya bisa mendiskusikan dengan dokter perawatan bagaimana yang dirasa terbaik untuk akhir hidup pasien, apakah di rumah sakit atau dibawa pulang ke rumah. Dukungan dari orang terdekat sangat penting pada fase ini.

























BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
1.    Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita
2.    HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak kanker serviks.

B.       SARAN
Berhati-hatilah dengan penyakit kanker serviks, lebih baik mencegah dari pada mengobati.Ternyata tidak mudah menjadi seorang wanita, tapi bukan berarti sulit untuk menjalaninya. Penyakit bisa kita hindari asal kita selalu berusaha hidup sehat dan teratur.
















DAFTAR PUSTAKA













Tidak ada komentar:

Posting Komentar