PERSONAL HYGIENE
Oleh
YETTI RETNOWATI
NIM.
K.011.015.020
PROGRAM STUDI S1-ILMU KEPERAWATAN
STIKES DUTA GAMA KLATEN
2016
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang dapat saya sampaikan
kecuali rasa syukur kehadirat Allah SWT hingga saat ini saya diberikan
kesempatan untuk dapat menulis sebuah makalah, hanya karena rahmat yang
diberikan-Nya saya dapat merangkai makalah ini hingga selesai. Apapun yang saya
sajikan semoga selalu bermanfaat bagi para pembacanya.
Pada makalah ini, saya dapat
sampaikan sebuah realita yang ada di kehidupan saat ini, yang mampu memberikan
inspirasi untuk mengkaji aspek kehidupan yang berdampak dan terjadi khususnya
Personal Hygiene.
Saya sangat menyadari, karya makalah
ini banyak kekurangan baik isi maupun teknik penulisan. Untuk itu kritik dan
saran bersifat membangun selalu saya harapkan. Pada kesempatan ini saya
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tatik Handayani, S.Kep,Ns selaku Dosen
Konsep Dasar Keperawatan I.
Klaten,
25 Maret 2016
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................iii
Bab I Pendahuluan
- Latar
belakang
............................................................................................1
- Tujuan ……………….................................................................................1
- Rumusan Masalah………............................................................................1
- Manfaat ……...…………………………..………………………………..1
Bab II Pembahasan
1 Konsep personal Hygiene………………………….….………………..…2
2
Pengertian
personal hygiene……………..……………………………… 2
3
Faktor yang
mempengaruhi personal hygiene...........................................3
4. Tipe personal hygiene ……………………………………..……………...4
5. Jenis personal hygiene
…………………………………………………...6
6. Tujuan Personal Hygiene ……………………………………..…………..7
7. Dampak
yang sering ditimbulkan ………………………………...………8
8.
Askep personal hygiene…………………………………………………..8
9.
Prosedur personal hygiene ……………………………………………...12
Bab III Penutup
1.
Kesimpulan
.............................................................................................. 23
- Saran
……..……………………………………………………………... 23
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal
yang sangat penting karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan,
social, keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta
perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan.
Dengan implementasi tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga
untuk melakukan tindakan itu dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah
tingkat kesembuhan pasien.
1.2 Tujuan
1.2.1 Bagaimanakah
konsep personal hygiene
1.2.2 Apa
faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
1.2.3 Apa macam-macam personal hygiene ?
1.2.4 Apa jenis-jenis personal hygiene ?
1.2.5 Apa tujuan personal hygiene ?
1.2.6 Apa dampak yang sering muncul ?
1.2.7 Bagaimana pengkajian personal hygiene ?
1.2.8 Bagaimana pengkajian status personal hygiene
?
1.2.9 Bagaimana intervensi personal hygiene ?
1.2.10 Bagaimana evaluasi personal hygiene ?
1.3 Rumusan Masalah
Untuk
mempelajari dan memahami personal hygiene.
1.4 Manfaat
a. Pembaca
dapat memahami personal hygiene
b. Pembaca
dapat mengetahui jenis-jenis personal hygiene
c. Pembaca
dapat melaksanakan prosedur personal hygiene
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep personal Hygiene
2.1.1 Pengertian personal hygiene
Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu
personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseorang
adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk
kesejahteraan fisik dan psikis.
Menurut
beberapa ahli :
a.
Sjarifuddin
Personal hygiene adalah kesehatan
pada seseorang atau perseorangan. Sjarifudin. 1979 (dalam Basyar.2005)
b.
Efendy
Dalam
kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus
diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh nilai individu dan
kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial,
keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat
perkembangan. (dalam Astutiningsih, 2006)
c.
Depkes
Perawatan
diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna
memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi
kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat
melakukan perawatan diri ( Depkes 2000).
d.
Nurjannah
Defisit
perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan
diri (mandi, berhias,makan, toileting)
e.
Poter. Perry
Menurut
Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara
kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang
perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan
kebersihan untuk dirinya (dalam Tarwoto dan Wartonah 2006
)
2.1.2 Faktor
yang mempengaruhi personal hygiene
a.
Citra tubuh
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya
hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang
tentang penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh
mempengaruhi cara mempertahankan hygiene.
b. Praktik social
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien
berhubungan dapat mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak
mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka.
c.
Status sosio-ekonomi
Sumber daya ekonomi seseorang
mempengaruhi jenis dan tingkat praktik kebersihan yang digunakan. Perawat harus
menentukan apakah klien dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti
deodorant, sampo, pasta gigi dan kosmetik.
d.
Pengetahuan
Pengetahuan tentang pentingnya
hygiene dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene.
e.
Kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan
nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang
berbeda mengikuti praktik keperawatan diri yang berbeda pula.
f.
Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan
individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur, dan melakukan
perawatan rambut.
g.
Kondisi fisik
Orang yang menderita penyakit
tertentu atau menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau
ketangkasan untuk melakukan hygiene pribadi.
2.1.2 Tipe
personal hygiene
2.1.2.1 Kesehatan
Gigi dan Mulut
Mulut beserta lidah dan gigi
merupakan sebagian dari alat pencerna makanan. Mulut berupa suatu rongga yang dibatasi
oleh jaringan lunak, dibagian belakang berhubungan dengan tengggorokan
dan didepan ditutup oleh bibir. Lidah terdapat didasar rongga mulut
terdiri dari jaringan yang lunak dan ujung-ujung syaraf pengecap. Gigi terdiri
dari jaringan keras yang terdapat dirahang atas dan bawah yang tersusun rapi dalam
lengkungan (Depdikbud, 1986:33).
Makanan sebelum masuk ke dalam
perut, perlu dihaluskan, maka makanan tersebut dihaluskan oleh gigi dalam
rongga mulut. Lidah berperan sebagai pencampur makanan, penempatan makanan agar
dapat dikunyah dengan baik dan berperan sebagai indera perasa dan pengecap.
Penampilan wajah sebagian ditentukan oleh tata letak gigi. Disamping itu juga
sebagai pembantu pengucapan kata-kata dengan jelas dan terang (Soenarko, 1984:
28). Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih, bercahaya,gigi tidak
berlubang dan didukung oleh gusi yang kencang dan berwarna merah muda.
2.1.2.2 Kesehatan Rambut dan kulit rambut
Rambut berbentuk bulat panjang,
makin ke ujung makin kecil dan ujungnya makin kecil. Pada bagian dalam
berlubang dan berisi zat warna. Warna rambut setiap orang tidak sama tergantung
zat warna yang ada didalamnaya. Rambut dapat tumbuh dari pembuluh darah yang
ada disekitar rambut (Depdikbud, 1986:23). Rambut merupakan pelindung bagi
kulit kepala dari sengatan matahari dan hawa dingin.
Tujuan
bagi klien yang membutuhkan perawatan rambut dan kulit kepala meliputi sebagai
berikut:
1. Pola kebersihan diri
klien normal
2. Klien akan memiliki
rambut dan kulit kepala bersih yang sehat
3. Klien akan mencapai rasa
nyaman dan harga diri
4. Klien dapat mandiri
dalam kebersihan diri sendiri
5. Klien akan
berpartisipasi dalam praktik perawatan rambut.
2.1.2.3 Kesehatan kulit
Kulit terletak diseluruh permukaan
luar tubuh. Secara garis besar kulit dibedakan menjadi 2 bagian yaitu bagian
luar yang disebut kulit ari dan bagian dalam yang disebut kulit jangat. Kulit
ari berlapis-lapis dan secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2
kelompok, yaitu lapisan luar yang disebut lapisan tanduk dan lapisan dalam yang
disebut lapisan malpighi. Kulit jangat terletak disebelah bawah atau sebelah dalam
dari kulit ari (Depdikbud, 1986:16). Kulit merupakan pelindung bagi tubuh dan
jaringan dibawahnya. Perlindungan kulit terhadap segala rangsangan dari luar,
dan perlindungan tubuh dari bahaya kuman penyakit. Sebagai pelindung kulit pun
sebagai pelindung cairan-cairan tubuh sehingga tubuh tidak kekeringan dari
cairan. Melalui kulitlah rasa panas, dingin dan nyeri dapat dirasakan. Guna
kulit yang lain sebagai alat pengeluaran ampas-ampas berupa zat yang tidak
terpakai melalui keringat yang keluar lewat pori-pori (Soenarko, 1984:4).
2.1.2.4 Kesehatan
Telinga
Telinga dapat dibagi dalam tiga
bagian yaitu bagian paling luar, bagian tengah, dan daun telinga. Telinga
bagian luar terdiri dari lubang telinga dan daun telinga. Telinga bagian tengah
terdiri dari ruang yang terdiri dari tiga buah ruang tulang pendengaran.
Ditelinga bagian dalam terdapat alat keseimbangan tubuh yang terletak dalam
rumah siput (Depdikbud, 1986 : 30).
2.1.2.5 Kesehatan
Kuku
Kuku terdapat di ujung jari bagian
yang melekat pada kulit yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup. Bentuk kuku
bermacam-macam tergantung dari kegunaannya ada yang pipih, bulat panjang, tebal
dan tumpul (Depdikbud, 1986:21). Guna kuku adalah sebagai pelindung jari, alat kecantikan,
senjata , pengais dan pemegang (Depdikbud ,1986:22).
2.1.2.6 Kesehatan Mata
Pembersihan
mata biasanya dilakukan selama mandi dan melibatkan pembersihan dengan washlap
bersih yang dilembabkan kedalam air. Sabun yang menyebabkan panas dan iritasi
biasanya dihindari. Perawat menyeka dari dalam ke luar kantus mata untuk
mencegah sekresi dari pengeluaran ke dalam kantong lakrimal.
2.1.2.7 Kesehatan Hidung
Klien
biasanya mengangkat sekresi hidung secara lembut dengan membersihkan ke dalam
dengan tisu lembut. Hal ini menjadi hygiene harian yang diperlukan. Perawat
mencegah klien jangan mengeluarkan kotoran dengan kasar karena mengakibatkan
tekanan yang dapat mencenderai gendang telinga, mukosa hidung, dan bahkan
struktur mata yang sensitif. Perdarahan hidung adalah tanda kunci dari
pengeluaran yang kasar, iritasi mukosa, atau kekeringan.
2.1.3 Jenis personal hygiene berdasarkan waktu pelaksanaannya
Menurut
Alimul (2006) personal hygiene berdasarkan waktu pelaksanaannya dibagi menjadi
empat yaitu:
a. Perawatan
dini hari
Merupakan
personal hygiene yang dilakukan pada waktu bangun tidur, untuk melakukan
tindakan untuk tes yang terjadwal seperti dalam pengambilan bahan pemeriksaan
(urine atau feses), memberikan pertolongan seperti menawarkan bedpan atau
urinal jika pasien tidak mampu ambulasi, mempersiapkan pasien dalam melakukan
sarapan atau makan pagi dengan melakukan tindakan personal hygiene, seperti
mencuci muka, tangan, menjaga kebersihan mulut.
b. Perawatan
pagi hari
Merupakan
personal hygiene yang dilakukan setelah melakukan sarapan atau makan pagi
seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi (BAB / BAK),
mandi atau mencuci rambut, melakukan perawatan kulit, melakukan pijatan pada
punggung, membersihkan mulut, kuku, rambut, serta merapikan tempat tidur
pasien. Hal ini sering disebut sebagai perawatan pagi yang lengkap.
c. Perawatan
siang hari
Merupakan
personal hygiene yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan
atau pemeriksaan dan setelah makan siang dimana pasien yang dirawat di rumah
sakit seringkali menjalani banyak tes diagnostik yang melelahkan atau prosedur
di pagi hari. Berbagai tindakan personal hygiene yang dapat
dilakukan, antara lain mencuci muka dan tangan, membersihkan mulut, merapikan
tempat tidur, dan melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan kesehatan
pasien.
d. Perawatan
menjelang tidur
Merupakan
personal hygiene yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien relaks
sehingga dapat tidur atau istirahat dengan tenang. Berbagai kegiatan yang dapat
dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhaneliminasi (BAB / BAK), mencuci tangan
dan muka, membersihkan mulut, dan memijat daerah punggung.
2.1.4 Tujuan Personal
Hygiene
a. Menghilangkan
minyak, keringat , sel-sel kulit yang mati dan bakteri
b. Menghilangkan
bau badan yang berlebihan
c. Memelihara
integritas permukaan kulit
d. Menstimulasi
sirkulasi / peredaran darah
e. Meningkatkan
perasaan sembuh bagi klien
f. Memberikan
kesempatan untuk mengkaji kondisi kulit klien
g. Meningkatkan
percaya diri seseorang
h. Menciptakan
keindahan
i. Meningkatkan
derajat kesehatan sesorang
2.1.5 Dampak
yang sering ditimbulkan
1. Dampak
Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang
diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan
baik. Gangguan fisik yangsering terjadi adalah:Gangguan intergritas
kulit,gangguan membranemukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga,dan gangguan
fisik padakuku.
2.
Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan
dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan
dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri, dan gangguan
interaksisosial.
2.2 Askep personal hygiene
2.2.1 Pengkajian
1.
Pengkajian
a. Riwayat keperawatan
1) Pola
kebersihan tubuh
2) Perlengkapan
personal hygiene yang dipakai
3) Faktor-faktor
yang mempengaruhi personal hygiene
b. Pemeriksaan
fisik
1) Rambut
a) Keadaan
kesuburan rambut
b) Keadaan rambut
yang mudah rontok
c) Keadaan rambut
yang kusam
d) Keadaan
tekstur
2) Kepala
a) Botak/alopesia
b) Ketombe
c) Berkutu
d) Adakah
Eritema
e) Kebersihan
3) Mata
a) Apakah sklera
ikterik
b) Apakah
kunjungtiva pucat
c) Kebersihan
mata
d) Apakah
gatal/mata merah
4) Hidung
a) Adakah pilek
b) Adakah elergi
c) Adakah
pendarahan
d) Adakah
perubahan penciuman
e) Kebersihan
hidung
f) Bagaimana
membran mukosa
g) Adakah septum
deviasi
5) Mulut
a) Keadaan mukosa
mulut
b) Kelembapannya
c) Adakah lesi
d) Kebersihan
6) Gigi
a) Adakah karang
gigi
b) Adakah karies
c) Kelengkapan
gigi
d) Pertumbuhan
e) Kebersihan
7) Telinga
a) Adakah kotoran
b) Adakah lesi
c) Bagaimana
bentuk telinga
d) Adakah infeksi
8) Kulit
a) Kebersihan
b) Adakah lesi
c) Keadaan turgor
d) Warna kulit
e) Suhu
f) Teksturnya
g) Pertumbuhan
bulu
9) Kuku
tangan dan kaki
a) Bentuknya
bagaimana
b) Warnanya
c) Adakah lesi
d) Pertumbuhannya
10) Genetalia
a) Kebersihan
b) Pertumbuhan
rambut pubis
c) Keadaan kulit
d) Keadaan lubang
uretra
e) Keadaan
skrotum, testis pada pria
f) Cairan yang
dikeluarkan
11) Tubuh secara umum
a) Kebarsihan
b) Normal
c) Keadaan
postur
2.2.2 Diagnosa
keperawatan
a. Gangguan
integritas kulit
Keadaan di mana kulit seseorang tidak utuh.
Kemungkinan berhubungan dengan :
1) Bagian tubuh yang lama tertekan
2) Imobilitasi
3) Terpapar zat kimia
Kemungkinan
data yang ditemukan
1) Kerusakan jaringan kulit
2) Gangrene
3) Dekubitus
4) Kelemahan fisik
Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :
1) Stroke
2) Fraktur femur
3) Koma
4) Trauma medulla spinalis
Tujuan yang diharapkan
1) Pola kebersihan diri pasien normal
2) Keadaan kulit, rambut kepala bersih
3) Klien dapat mandiri dalam kebersihan
diri sendiri
b.
Gangguan membrane mukosa mulut
Kondisi
dimana mukosa mulut pasien mengalami luka
Kemungkinan berhubungan dengan :
1) Trauma oral
2) Pembatasan intake cairan
3) Pemberian kemoterapi dan radiasi pada
kepala dan leher
Kemungkinan data yang ditemukan
1) Iritasi atau luka pada mukosa mulut
2) Peradangan atau infeksi
3) Kesulitan dalam makan dan menelan
4) Keadaan mulut yang kotor
Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
1) Stroke
2) Stomatitis
3) Koma
Tujuan yang diharapkan
1) Keadaan mukosa mulut, lidah dalam
keadaan utuh, warna merah muda
2) Inflamasi tidak terjadi
3) Klien mengatakan rasa nyaman
4) Keadaan mulut bersih
c.
Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri
Kondisi
seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan dirinya.
Kemungkinan berhubungan dengan :
a. Kelelahan fisik
b. Penurunan kesadaran
Kemungkinan data yang ditemukan.
a. Badan kotor dan berbau
b. Rambut kotor
c. Kuku
panjang dan kotor
d. Bau mulut dan motor
2.3 Prosedur
personal hygiene
2.3.1 Personal
hygiene rambut sampai kaki
a. Perawatan
kulit kepala dan rambut
Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang
tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan cara mencuci dan menyisir
rambut.Tujuannya adalah membersihkan kuman kuman yang ada pada kulit kepala, menambaha
rasa nyaman, membasmi kutu atau ketombe yang melekat pada kulit, serta
memperlancar system peredaran darah di bawah kulit.
Alat
dan Bahan
1.Handuk secukupnya
2.Perlak atau pengalas
3.Baskom berisi air hanagt
4.Sampo atau sabun
5.Kasa dan kapas
6.Sisir
7.Bengkok/nierbekken
8.Gayung
9.Ember kosong
Menjaga kebersihan atau
pemeliharaan rambut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Pencucian
Rambut
Frekuensi
pencucian rambut sangat tergantung pada:
a.
Tebal atau tipisnya rambut
b.
Lingkungan atau tempat tinggal
seseorang, misalnya pada lingkungan yang berdebu orang tersebut harus sering
mencuci rambutnya.
c.
Seseorang yang memakai minyak rambut
harus sering mencuci rambutnya.
Adapun
cara – cara mencuci rambut adalah :
Prosedur
Kerja
1. Jelaskan
prosedur pada pasien
2. Cuci tangan
3. Tutup jendela
atau pasang sampiran
4. Kondisikan
pasien dalam posisi tidur
5. Letakkan
baskom di bawah tempat tidur tepat di bawah kepala pasien
6. Pasang perlak
atau pengalas di bawah kepala dan sambungkan ke arah bagian baskom dengan
pinggir di gulung
7. Tutup telinga
dengan kapas
8. Tutup dada
dengan handuk sampai ke leher
9. Kemudian, sisir
rambut dan lakukan pencucian dengan air hangat , selanjutnya gunakan sampo dan
bilas dengan air hangat sambil di pijat
10. Setelah selesai keringkan
11. Cuci tangan
b. Perawatan
kulit seluruh tubuh
Kulit memiliki peran yang sangat
penting dalam menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Cara membersihkan kulit
secara keseluruhan umumnya dengan mandi, karena mandi berguna untuk
menghilangkan kotoran yang melekat pada permukaan kulit, menghilangkan bau
keringat, merangsang peredaran darah dan syaraf dan mengembalikan kesegaran
tubuh.
a. Cara
merawat kulit
Alat dan Bahan :
a. Baskom cuci
b. Sabu
c. Air
d. Agen pembersih
e. Balutan
f. Pelindung kulit
g. Plester
h. Sarung tangan
Prosedur Kerja
1.Jelaskan prosedur pada pasien
2.Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
3.Tutup pintu ruangan
4.Atur posisi pasien
5.Kaji ulang /kulit tertekan dengan memperhatikan
warna, kelembaban, penampilan, sekitar kulit, ukur diameter kulit, ukur
kedalaman.
6.Cuci kulit sekitar luka dengan air hangat atau
sabun cuci secara menyeluruh dengan air.
7.Perlahan lahan keringkan kulit secara menyeluruh.
8.Bersihkan luka secara menyeluruh dengan cairan
normal atau larutan pembersih, gunakan, semprit irigasi luka pada luka yang
dalam.
9.Setelah selesai berikan obat atau agen topical.
10.Catat hasil
11.Cuci tangan
c. Memandikan
Pasien di Tempat Tidur
Tindakan keperawatan di lakukan pada pasien yang
tidak mampu mandi secara sendiri
dengan cara memandikan di tempat tidur. Tujuannya adalah menjaga kebersihan
tubuh, mengurangi infeksi akibat kulit kotor, memperlancar sisitem peredaran
darah, dan menambah kenyamanan pasien.
Alat dan Bahan
1.Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air
dingin dan hangat.
2.Pakaian pengganti
3.Kain penutup
4.Handuk, sarung tangan pengusap badan
5.Tempat untuk pakaian kotor
6.Sampiran
7.Sabun
Prosedur Kerja
1. Jelaskan
prosedur pada pasien
2. Cuci tangan
3. Atur posisi
pasien
4. Lakukan
tindakan memandikan pasien yang di awali dengan membentangkan handuk di bawah
kepala, kemudian bersihkan muka, telinga, dan leher dengan sarung tangan
pengusap. Keringkan dengan handuk.
5. Kain penutup
di turunkan, kedua tangan pasien di angkat dan di pindahkan handuk di
atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian, kembalikan kedua tangan
ke posisi awal di atas handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Lalu
keringkan dengan handuk.
6. Kedua tangan
di angkat, handuk di pindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut,
lalu keringkan dengan handuk.
7. Miringkan
pasien ke kiri, handuk di bentangkan di bawah punggung sampai glutea dan basahi
punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya, miringkan
pasien ke kanan dan lakukan hal yang sama. Kemudian, kembalikan pasien pada
posisi telentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
8. Letakkan
handuk di bawah lutut lalu bersihakan kaki. Kaki yang paling jauh di dahulukan
dan di keringkan dengan handuk.
9. Ambil handuk
dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut di buka, lalu bersihkan
daerah lipatan paha dan genetalia. Setelah selesai, pasang kembali pakaian
dengan rapi.
10. Cuci tangan.
a. Memelihara
kebersihan dan kesehatan mata
Yang perlu dipersiapkan
a. Air hangat
b. Kapas
c. Kain
d. Sapu
tangan yang bersih
Prosedurnya
:
1. Mata sebaiknya dibersihkan
setiap hari.
2. Sewaktu – waktu sebaiknya dibersihkan
dengan boor water 3% atau air yang sudah dimasak. Caranya ialah dengan
menyapukan kapas mulai dari pinggir mata menuju ke arah tengah ( menuju hidung
). Lakukan hal ini berulang – ulang sampai mata terasa bersih
3. Jangan menggosok mata dengan tangan
yang kotor, kain atau sapu tangan yang kotor atau sapu tangan orang lain.
4. Periksakan mata ke setahun sekali ke
dokter spesialis atau petugas kesehatan terdekat.
5. Biasakan membaca pada tempat
yang cukup terang dengan jarak mata dan obyek yang dibaca tidak kurang dari 30
cm.
c. Perawatan
kuku kaki dan tangan
Merupakan tindakan keperawatan pada
pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri. Tujuannya adalah menjaga
kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka atau infeksi akibat garukan dari
kuku.
Alat dan bahan
1. Alat pemotong kuku
2. Handuk
3. Baskom berisi air hangat
4. Bengkok/nierbekken
5. Sabun
6. Kapas
7. Sikat kuku
Prosedur
kerja
1. Jelaskan prosedur pada pasien
2. Cuci tangan
3. Atur
posisi pasien dengan duduk atau tidur
4. Tentukan kuku yang akan di potong
5. Rendamlah kuku denga air hangat kurang
lebih 2 menit dan lakukan sikat dengan beri sabun bila kotor.
6. Keringkan dengan handuk
7. Letakkan tangan di atas bengkok /nierbekken dan
lakukan pemotongan kuku.
8. Cuci tangan
d. Perawatan
genetalia
1. Alat
dan Bahan
a. Baskom
b. Sabun
dan tempatnya
c. Dua
atau tiga waslap
d. Handuk
mandi
e. Selimut
mandi
f. Alas
tahan air atau bedpan
g. Tisu
toilet
h. Sarung
tangan pakai
2. Prosedur
Kerja
1. Identifikasi
pasien berisiko untuk perkembangan infeksi genitalia, atau saluran saluran
reproduksi (misalnya keberadaan kateter yang tetap, inkontensia fekal atau
insisi bedah).
2. Jelaskan
prosedur dan tujuan pada pasien
3. Persiapkan
alat dan bahan
Bahan bahan tanbahan bila perawatan
perinium di berikan selama waktu di luar mandi :
a. Bola
kapas atau lidi kapas
b. Botol
larutan atau tempat yang di isi air dengan air hangat atau larutan pembersih yang
di resapkan
c. Kanting
tahan air
4. Atur
peralatan di samping tempat tidur
5. Cuci
tangan
6. Tutup
pintu kamar dan tutup jendela untuk menjaga privasi pasien.Tinggikan tempat
tidur sampai posisi kerja yang nyaman.
7. Turunkan
penghalang tempat tidur dan bantu pasien pada posisis miring, letakkan handuk
sepanjang sisi badan pasien dan pertahankan pasien agar tertutup dengan selimut
mandi semaksimal mungkin.
8. Kenakan
sarung tangan sekali pakai
9. Jika
ada feses, ambil popok atau tisu toilet dan bersihkan dengan usapan sekali
buang. Bersihkan bokong dan anus depan ke belakang. Bersihkan dan bilas dengan
teliti. Keringkan secara lengkap. Pindahkan dan buang popok dag anti dengan
yang baru.
10. Berikan perawatan
genitilia
a. Perawatan
pada wanita
1. Ganti
sarung tangan jika sudah kotor
2. Letakkan popok
tahan air di bawah bokong pasien dengan posisi pasien supine (tambahan: letakkan
pispot di bawah pasien).
3. Bantu pasien
dengan posisi dorsal rekumben
4. Lipat linen
tempat tidur paling atas ke arah kaki tempat tidur dan angkat baju pasien
sampai daerah genitalia
5. Bungkus pasien
secara “DIAMOND” dengan menempatkan selimut mandi dengan satu ujung di antara
dua kaki, satu ujung arah masing masing sisi tempat tidur, dan satu ujung di
atas dada.
6. Naikkan
penghalang tempat tidur. Isi baskom dengan air hangat
7. Turunkan
penghalang dan bantu pasien memfleksi lututnya dan pisahkan dua kaki terbuka.
8. Lipat ujung
bawah selimut mandi di antara ke dua tungkai pasien ke arah abdomen
9. Bersihkan dan
keringkan paha atas pasien .
10. Bersihaka labia mayora
11. Pisahkan labia dengan tangan tidak
dominan untuk membuka meatus uretra dan orifisium vagina.
12. Jika pasien di atas pispot, siram air
hangat di atas daerah perineum.
13. Keringkan daerah perineum secara
merata
14. Lipat ujung bawah selimut mandi
kembali di antara kaki pasien dan di atas perineum. Minta pasien untuk
menurunkan kaki dan memperoleh posisi nyaman.
b. Perawatan
pada pria
a. Ganti
sarung tangan jika sudah kotor
b. Turunkan
penghalang, turunkan ujung atas selimut mandi di bawah perineum pasien. Secara
lembut angkat penis dan letakkan handuk mandi di bawahnya.
c. Secara
lembut raih tungkai penis. Jika pasien ereksi tangguhkan prosedur
d. Cuci kepala
penis pertama pada meatus urethra
e. Kembalikan
kulit luar ke posisi semula
f. Cuci
tangkai penis dengan usapan lembut tetapi tegas ke arah. Beri perhatian khusus
pada permukaan bawah penis.
g. Bilas
dan keringkan secara erata instruksikan pasien untuk membuka kaki sedikit.
h. Secara
lembut bersihkan skrotum.
i. Lipat
kembali selimut mandi di atas perineum dan bantu pasien kembali ke posisis yang
nyaman
e. Perawatan
hidung
Yang perlu dipersiapkan :
1. Cutton
bath
2. Wash
lap
3. Kapas
Prosedurnya
:
1. Klien biasanya mengangkat sekresi hidung secara lembut
dengan membersihkan ke dalam dengan tisu lembut. Hal ini menjadi hygiene harian
yang diperlukan. Perawat mencegah klien jangan mengeluarkan kotoran dengan
kasar karena mengakibatkan tekanan yang dapat mencenderai gendang telinga,
mukosa hidung, dan bahkan struktur mata yang sensitif. Perdarahan hidung adalah
tanda kunci dari pengeluaran yang kasar, iritasi mukosa, atau kekeringan.
2. Jika
klien tidak dapat membuang sekresi nasal, perawat membantu dengan menggunakan
washlap basah atau aplikator kapas bertangkai yang dilembabkan dalam air atau
salin. Aplikator seharusnya jangan dimasukkan melebihi panjang ujung kapas.
Sekresi nasal yang berlebihan dapat juga dibuang dengan pengisap. Pengisap
nasal merupakan kontraindikasi dalam pembedahan nasal atau otak.
f. Perawatan
telinga
Yang perlu dipersiapkan :
1. Cutton
Bath
2. Washlap
3. Water
pik
4. Hidrogen
proksida
Prosedurnya :
1. Perawat membersihkan telinga klien merupakan bagian rutin
dalam kegiatan mandi di tempat tidur. Pembersihan berakhir dengan washlap yang
dilembabkan, dirotasikan ke kanal telinga dengan lembut, kerja terbaik untuk
pembersihan.
2. Ketika serumen tampak, penarikan kembali ke bawah secara
lembut pada jalan masuk kanal telinga dapat menyebabkan lilin melonggar dan
keluar.
3. Perawat menginstruksi klien untuk tidak pernah
menggunakan benda tajam seperti peniti dan tusuk gigi untuk mengeluarkan lilin
telinga. Penggunaan benda itu dapat menyebabkan trauma pada kanal telinga dan
ruptur membran timpani. Penggunaan aplikator kapas bertangkai juga harus
dihindari karena akan menyebabkan lilin terjepit dalam kanal.
4. Anak-anak dan lasia umumnya mempunyai serumen yang keras.
Serumen yang berlebihan atau terjepit biasanya dapat dipindahkan hanya dengan
irigasi. Prosedur pertama yaitu pemasukan tiga tetes gliserin pada waktu tidur
untuk melembutkan lilin, dan tiga tetes hidrogen peroksida dua kali sehari
untuk melunakkan lilin (Phipps, dkk, 1995).
5. Kemdian pemasukan kira-kira 250 ml air hangat (37o C)
ke kanal telinga luar yang akan membersihkan lilin yang telah lunak secara
mekanis. Air dingin atau panas dapat menyebabkan normal atau muntah.
6. Klien dapat duduk atau berbaring di samping telinga yang
terkena menghadap ke sebelah atas. Perawat meletakkan mangkok piala ginjal di
bawah telinga yang terkena untuk menangkap larutan irigasi. Water Pik atau
pentolan spuit irigasi dapat digunakan mengirigasi ke dalam kanal telinga.
Ujung spuit atau Water Pik seharusnya tidak mengoklusi kanal
telinga untuk menghindari penggunaan tekanan terhadap membran timpani. Irigasi
ringan diarahkan pada atas kanal yang melunakkan serumen dari samping kanal
telinga. Setelah kanal bersih, perawat menyeka setiap pelembab dari telinga
klien dan memeriksa kanal dari serumen yang masih tertinggal.
g. Oral
hygiene
Hygiene mulut
Pasien immobilisasi terlalu lemah
untuk melakukan perawatan mulut, sebagai akibatnya mulut menjadi terlalu kering
atau teriritasi dan menimbulkan bau tidak enak. Masalah ini dapat meningkat
akibat penyakit atau medikasi yang digunakan pasien. Perawatan mulut harus
dilakukan setiap hari dan bergantung terhadap keadaan mulut pasien. Gigi dan
mulut merupakan bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya sebab
melalui organ ini berbagai kuman dapat masuk.
Hygiene mulut membantu mempertahankan status
kesehatan mulut, gigi, gusi, dan bibir, menggosok membersihkan gigi dari
partikel – partikel makanan, plak, bakteri, memasase gusi, dan mengurangi
ketidaknyamanan yang dihasilkan dari bau dan rasa yang tidak nyaman. Beberapa
penyakit yang mungkin muncul akibat perawatan gigi dan mulut yang buruk adalah
karies, gingivitis (radang gusi), dan sariawan. Hygiene mulut yang baik
memberikan rasa sehat dan selanjutnya menstimulasi nafsu makan.
Tujuan perawatan hygiene
Mulut pasien adalah pasien akan memiliki mukosa
mulut utuh yang terhidrasi baik serta untuk mencegah penyebaran penyakit yang
ditularkan melalui mulut (misalnya tifus, hepatitis), mencegah penyakit mulut
dan gigi, meningkatkan daya tahan tubuh, mencapai rasa nyaman, memahami praktik
hygiene mulut dan mampu melakukan sendiri perawatan hygiene mulut dengan benar.
b.
Perawatan Gigi
Menggosok gigi adalah cara yang
umum dianjurkan untuk membersihkan deposit lunak pada permukaan gigi dan gusi.
Alat dan bahan
1. Handuk dan kain pengalas
2. Gelas kumur berisi:
a. Air masak/NaCl
b. Obat kumur
c. Borax gliserin
3. Spatel lidah yang telah dibungkus dengan kain
kasa
4. Kapas lidi
5. Bengkok
6. Kain kasa
7. Pinset atau arteri klem
8. Sikat gigi dan pasta gigi
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Personal Hygiene berasal dari
bahasaYunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat.
Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Perawatan diri adalah
salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna
memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi
kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat
melakukan perawatan diri. Macam personal hygiene adalah perawatan yang mencakup
seluruh bagian tubuh. Jenis-jenisnya yaitu, perawatan pagi hari, siang hari,
menjelang tidur, dan dini hari.
3.2 Saran
1. Kita harus menjaga kebersihan diri dengan
berdasarkan prinsip personal hygiene
2. Kesehatan berawal dari kebersihan